Jumat, 29 Agustus 2008

Stop! Makan Makanan yang Rusak...!!!

Makanan mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan dan untuk mempertahankan hidup karena makanan merupakan sumber energi untuk membentuk jaringan tubuh yang rusak serta memelihara pertahanan tubuh dari penyakit. Namun makanan juga bisa menjadi media untuk penyebaran penyakit, terutama bila yang dikonsumsi adalah makanan yang sudah rusak.

Makanan rusak adalah makanan yang sudah tercemar oleh bakteri patogen (bakteri yang berbahaya bagi tubuh), bahan kimia atau toksin, dan cemaran fisik seperti pecahan gelas, kotoran lalat, potongan logam, atau kayu, dsb, sehingga meskipun dikonsumsi secara wajar dapat menyebabkan penyakit. Makanan dikatakan sudah rusak jika terjadi perubahan-perubahan yang tidak dikehendaki dari sifatnya.

Salah satu cara yang efektif untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh konsumsi makanan yang rusak adalah dengan mengetahui dan mengenali penyebab kerusakan makanan sehingga dapat melakukan upaya penyelamatan bahan pangan dari agen penyebab makanan rusak.

Makanan pada dasarnya mempunyai sifat mudah rusak, penyebab utama kerusakan ini disebabkan karena kadar air yang terkandung di dalamnya. Semakin tinggi kadar air suatu makanan, maka semakin besar potensi rusaknya makanan tersebut baik secara fisik, kimia, maupun enzimatis. Akan tetapi secara umum makanan mengalami kerusakan diakibatkan karena ditumbuhi bakteri, kapang, atau khamir yang dapat merusak protein yang ada dalam makanan sehingga menimbulkan bau busuk, dan dapat membentuk lendir, busa, gas, asam, atapun racun.

Tanda-tanda kerusakan pada makanan

Buah-buahan dan sayuran

Buah dan sayuran berpotensi terkontaminasi bahan kimia pertanian seperti residu peptisida, antibiotik pertanian, pupuk, dan bahan perangsang tumbuh terjadi selama proses penanaman, pemanenan, penyimpanan, dan pengangkutan ke pasar. Oleh karena itu, sebelum buah dan sayuran diolah dan dikumsumsi harus dicuci terlebih dahulu dengan air bersih.

Kerusakan yang sering terjadi adalah karena benturan fisik, serangan seranggga, dan serangan mikroorganisme. Buah dan sayuran yang rusak mempunyai ciri; terlihat busuk, berubah warna dan rasa, serta berlendir.

Daging

Daging merupakan media yang sangat bagus bagi pertumbuhan bakteri, karena daging mengandung zat nutrien dan air dalam jumlah yang cukup serta pH sedang. Mikroba yang terdapat dalam tubuh atau daging hewan berasal dari lingkungan hidup seperti pakan dan air. Mikroba masuk ke dalam tubuh hewan melalui saluran pencernaan. Agar terhindar dari penyakit, maka bakteri patogen yang berkembang biak dalam daging harus dimusnakan terlebih dahulu, dengan cara memasaknya terlebih dahulu secara sempurna sebelum dikonsumsi.

Mudah rusaknya daging disebabkan karena kandungan nutrisi dan kadar airnya yang tinggi. Kerusakan pada daging ditandai dengan perubahan warna, bau, dan daging berlendir.

Ikan dan Kerang

Ikan dan kerang dapat menjadi media perantara bagi bakteri patogen seperti vibrio dan parasit seperti cacing pipih yang dapat menginfeksi manusia. Sumber panyakit ini berasal dari lingkungan ikan yaitu air yang tercemar (terkontaminasi) oleh kotoran penderita kolera.

Bakteri vibrio menyebabkan terjadinya infeksi pada saluran pencernaan yang bersifat parah dan mengancam nyawa. Untuk menghindarinya maka ikan sebelum dikonsumsi harus dicuci bersih dan dimasak secara sempurna.

Kerusakan pada ikan dapat ditandai dengan terjadinya perubahan warna, bau, tekstur, dan terbentuknya lendir. Bakteri yang menyebabkan kerusakan pada ikan dipengaruhi oleh suhu penyimpanan ikan.

Susu

Susu yang diperah secara higienis pada hewan yang sehat sebetulnya mengandung kontaminan mikroba dalam jumlah yang cukup rendah. Tetapi dalam perjalanan menuju tempat pengolahan lanjutan, susu rentan terhadap kontaminasi mikroba. Selama proses pengolahanpun ancaman kotaminasi mikroba masih ada, terutama terletak pada peralatan yang digunakan tidak steril.

Kerusakan pada susu ditandai dengan pembentukkan gas, lendir, tengik, dan perubahan rasa. Penggumpalan, pembentukan lendir, serta pembentukan asam pada susu disebabkan oleh bakteri.

Makanan Kalengan

Kerusakan pada makanan kalengan seperti sarden disebabkan karena terkontaminasi oleh bakteri. Kerusakan makanan kalengan ditandai dengan bau busuk, dan warnanya menjadi hitam.

Mencegah Makanan Agar Tidak Rusak

Supaya makanan tidak cepat rusak, maka yang perlu diperhatikan adalah gunakan bahan baku yang baik; pastikan semua alat sebelum digunakan dalam keadaan bersih dan steril; cuci tangan sebelum dan sesudah bekerja; masaklah makanan dengan cara seksama dan sempurna untuk membunuh mikroorganisme yang ada di dalam makanan; dan simpanlah makanan di tempat yang sesuai, serta hindari penggunaan bahan pengawet pada makanan.

Sumber:

Badan POM RI. 2004. Artikel. Mengenal Makanan yang Rusak.

Badan POM RI. 2005. Artikel. Mengenal Makanan yang Rusak.

Tidak ada komentar: