Jumat, 29 Agustus 2008

KEAMANAN PANGAN: HIGIENE MAKANAN DASAR

Makanan mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan dan untuk mempertahankan hidup karena makanan merupakan sumber energi untuk membentuk jaringan tubuh yang rusak serta memelihara pertahanan tubuh dari penyakit. Oleh kaerna itu, emua makanan dan minuman yang akan kita santap harus aman dan sehat sehingga tidak merugikan kita sendiri.

Bagi kita dan para pengolah makanan dan minuman sejogyanya memiliki rasa tanggung jawab dan berkewajiban menjaga keamanan pengelolaan hidangan dan minuman serta kesehatan. Harus diingat bahwa semua hidangan yang akan dan sedang diolah tidak boleh menjadi penyebab terjadinya atau tertularnya suatu penyakit.

Kita harus selalu melakukan pengamanan terhadap makanan mencakup makanan dari segala sesuatu yang dapat merugikan kesehatan para penikmat hidangan. Ini kita lakukan agar orang dapat menikmati hidangan yang kita sajikan tanpa harus merasa takut akan terjangkit penyakit, mengganggu kesehatan atau masalah-masalah yang lain.

Higiene memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan keseharian kita, khususnya yang berhubungan dengan makanan. Bagi kita yang mengolah makanan harus memperhatikan hal tersebut.

Sebagai pengolah makanan kita harus memperhatikan sanitasi dan higiene makanan, sehingga makanan yang kita sajikan tidak menyebabkan penyakit, karena makanan sangat rentan terhadap kontaminasi penyakit dan racun. Higiene hidangan dapat dibagi dalam tiga kelompok besar, yaitu:

1. Higiene Pribadi;

2. Higiene Lingkungan; dan

3. Higiene Peralatan.

Higiene Pribadi

Higiene pribadi berawal dari kesehatan pribadi dan merupakan tuntutan dasar. Walaupun sudah ada ketentuan baku, akan tetapi sangatlah tergantung pada pribadi masing masing orang untuk mengembangkan kesehatan pribadi sendiri. Kehidupan sehari-hari yang beraturan, santapan yang sehat, banyak menghirup udara segar, olah raga disamping tidur yang cukup, merupakan syarat utama. Higiene pribadi dapat dilakukan dengan:

1. Mandi untuk menghindari kuman berpindah dari tubuh ke pakaian dan selanjutnya ke makanan yang kita persiapkan. Didaerah tropis disarankan untuk mandi dua kali per hari. Tangan harus dicuci sesering mungkin, khususnya setelah buang hajad, sebelum menangani makanan;

2. Arloji, cincin dan perhiasan senantiasa disarankan untuk tidak dikenakan pada waktu mengelola hidangan, sebab celah-celahnya merupakan tempat bersarang bakteri yang mudah berpindah ke makanan;

3. Jari dan Kuku, harus senantiasa bersih dan terpotong pendek, guna menghindari bakteri masuk ke makanan;

4. Rambut, harus selalu tertutup pada waktu mengelola hidangan. Menyisir, menggaruk ataupun memegang rambut tidak diperkenankan pada waktu mengelola hidangan;

5. Mulut dan Hidung, merupakan sarang utama bakteri dan kuman yang berbahaya untuk makanan dan harus dihindari penyentuhan degan peralatan yang dipergunakan untuk mengelola. Saputangan kertas lebih disarankan untuk digunakan. Pada waktu bersin atau batuk maka kuman akan mudah menyebar pada makanan;

6. Luka dan goresan, sangatlah penting untuk ditutup dengan pembalut yang kedap air. Bila sering mengalami gangguan ini maka disarankan untuk tidak megelola hidangan;

7. Kosmetika disarankan untuk tidak dipergunakan saat mengelola makanan, dan kulit yang kurang bersih serta mengenakannnya dengan kurang baik akan menyebabkan mudah terkena atau terhambur pada makanan;

8. Meludah, kebiasaan buruk ini harus dihindari dalam mengelola makanan. Kuman dan bakteri dengan cepat akan menyebar pada makanan;

9. Merokok, harus dihindari pada waktu mengelola hidangan disamping karena abunya, juga kuman-kuman mudah berpindah ke makanan. Beberapa Negara sepeti Inggris, Singapura dan Belanda telah melarangnya dengan Undang Undang;

10. Pakaian, pada pengelola makanan pakaian harus mudah dicuci, mengisap keringat dan berwarna terang. Kebanyakan pakaian untuk ini terbuat dari bahan katun putih. Keuntungannya adalah mudah terlihat bila ada kotoran dan memberikan rasa sejuk dan nyaman.

Higiene Lingkungan

Ruangan tempat kita mengolah makanan harus selalu dalam keadaan bersih karena hal ini akan sangat berkaitan dengan pengelolaan hidangan yang sehat. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

1. Lantai, harus dari bahan yang mudah dibersihkan dan mudah dicuci dan terbuat dari bahan yang kokoh. Yang terbaik adalah ubin namun lantai dari teraso atau sejenis granit. Pencucian lantai harus dilakukan sesering mungkin dengan mempergunakan bahan yang tidak mengandung deterjen;

2. Dinding, syaratnya sama dengan dinding dan berwarna cerah; disarankan warna putih. Ubin, atau bahan dari melamin sangat sesuai karena permukaannya yang rata dan mudah dibersihkan;

  1. Sudut, disarankan untuk dilengkungkan agar mudah dibersihkan;
  2. Langit Langit, harus rata dan tanpa retak dan bercak;
  3. Ventilasi, peredaran udara sangatlah penting untuk kesehatan para pengelola makanan. Asap dan udara lembab harus ditarik oleh penghisap udara, namun harus diperhatikan bahwa peralatan ini merupakan sumber kototan oleh sebab itu harus sesering mungkin dibersihkan;
  4. Penerangan, sangatlah penting untuk menjaga kesehatan mata dan untuk dapat melihat bila ada kotoran pada makanan. Penerangan dengan sinar alami adalah yang terbaik, dan lampu neon dapat dipergunakan akan tetapi harus diperhatikan bahwa sinar ini akan dapat mengubah warna makanan segar seperti sayuran, dan kue;
  5. Jendela, harus selalu dijaga kebeningan dan kejernihannya baik dibagian dalam maupun dibagian luar, agar sinar dari luar dapat masuk dengan baik. Bila jendela dibuka maka harus diperhatikan agar burung dan binatang kecil lainnya tidak masuk ke dapur; dan
  6. Air dan Sanitasi, harus tersedia dalam jumlah yang banyak baik yang dingin maupun panas di mana hidangan dipersiapkan. Tempat cuci tangan harus dipisahkan dari tempat pencucian penyiapan hidangan.

Higiene Peralatan

Semua peralatan yang dipergunakan harus dari bahan yang mudah dibersihkan dan tidak menyerap sari makanan yang dikelola, harus bebas dari karat dan retak, serta tidak boleh mengandung zat racun seperti lead.

Tidak ada komentar: